Curug Ciparay Tasikmalaya, Sebuah Keindahan dari Air terjun Kembar

Comment

Haloo,, rekan berjalanjalan ada yang tau sebuah curug kembar nan indah di Kota Resik Tasikmalaya? yaa memang belum banyak orang tahu akan keberadaan Curug Ciparay.  Curug ini masih perawan dan jarang orang ke sini menurut penduduk setempat.  Curug Ciparay ini memiliki ketinggian sekitar 50 m dan berada di atas Curug Seribu di kawasan Gunung Salak Endah (GSE)

Curug Ciparay terletak di kaki Gunung Karacak dan Gunung Dinding Ari.  Objek wisata air terjun yang memiliki dua curug kembar ini sempat menjadi primadona tujuan wisata bagi masyarakat Tasikmalaya. Untuk curug pertama memiliki debit air yang sangat besar.  Sedangkan curug kedua debitnya kecil sehingga dapat digunakan untuk mandi atau berendam karena kolam penampungan airnya hanya selutut orang dewasa.

Curug Ciparay yang memiliki ketinggian sekitar 75 m dan 55 m ini berada di wilayah BKPH Singaparna dan KPH Tasikmalaya.  Sayangnya keberadaan curug ini terabaikan dan terbengkalai baik oleh Perhutani maupun Pemda setempat sehingga jarang dikunjungi para wisatawan.

Terletak di Kampung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Peta dan Koordinat GPS: 6° 41′ 55.10″ S  106° 39′ 50.89″ E

Berjarak 40 km dari arah kota Garut atau 30 km dari Tasikmalaya ke arah Singaparna.  Jika dari arah kota Singaparna berjarak sekitar 25 atau 6 km dari kecamatan Sariwangi.  Kondisi jalan dari Sariwangi dan Singaparna sudah cukup bagus dan beraspal sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, hanya beberapa kilometer sekitar 19 km yang kondisinya kurang bagus.  Bagi yang membawa kendaraan pribadi roda empat disarankan untuk menggunakan jenis kendaraan double gardan karena medan yang akan dilalui cukup sulit.

Pintu masuk ke lokasi dari bunderan kota Singaparna (ada papan penunjuk) ke arah utara ke Gunung Galunggung.  Waktu tempuh sekitar 1 jam menggunakan kendaraan roda dua hingga mencapai pintu masuk. Bagi yang menggunakan kendaraan umum tersedia juga angkutan umum berupa angkutan pedesaan berwarna kuning. Sayangnya hanya sampai ke daerah Cidugaleun atau 8,7 km dari Kampung Parentas.   Dari pemberhentian terakhir angdes ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik ojek, dimana satu-satunya sarana transportasi yang ada  untuk menuju kesana, hingga tiba di pintu masuk.

Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 2 km (waktu tempuh berkisar 20-30 menit) melewati jalan setapak.  Kondisi jalan yang dilalui berupa bebatuan menurun dan cukup terjal.  Sebelum sampai ke lokasi curug terlebih dahulu melewati jembatan lapuk sepanjang 1,5 m. Berjarak sekitar 1 km dari pemukiman warga Kampung Menir.  Akses untuk menuju kesana hanya dengan berjalan kaki. Adanya jalan setapak yang sudah rapi menuju air terjun.  Juga tersedia beberapa bangunan warung makan, akan tetapi kosong tidak ada yang berjualan.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp 3500 per orang.   (harga masih bisa berubah sewaktu waktu) tentunya hehehe…

Jadi berminat main kesini,, persiapkan diri dan perbekalan  serata jaga tempat ini tetap asri ya guysss

 

Editor : berjalanjalan.com

Source : sites.google.com

image : bolehtanya.com | editor : berjalanjalan.com

berjalanjalan
Up Next

To use YARPP integration, please visit : this link

Discussion about this post

%d bloggers like this: