Pemerintah Akan Lebih Aktif Promosikan Wisata Indonesia

Comment

Menurut informasi yang berjalanjalan.com dapat dari Kementrian pariwisata bahwa mulai bulan juni tahun ini pemerintah akan lebih agresif dan aktif lagi untuk mempromosikan keindahan alam dan pariwisata Indonesia. Presiden juga memperlihatkan semangatnya untuk membantu meningkatkan promosi wisata dengan menambahkan anggaran untuk promosi secara signifikan.

Janji pemerintah tersebut disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada sesi pertama Seminar Nasional Pariwisata, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/5/2015).

Acara yang digelar Kementerian Pariwisata dan harian Kompas itu bertema ”Pengembangan Daya Tarik Pariwisata Bahari”. Sesi kedua berupa diskusi panel dengan dipandu wartawan senior Kompas, Pieter P Gero. Lima pembicara memberikan pandangan.

Mereka adalah Penasihat Kehormatan Kementerian Pariwisata Mari Elka Pangestu, Direktur Utama PT Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Jasa Garuda Indonesia Nicodemus P Lampe, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan Jufri Rahman, dan Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didien Junaedy.

Dalam pidatonya, Indroyono berharap pariwisata menjadi sektor unggulan yang mampu memberikan sumbangsih lebih besar terhadap perekonomian nasional, salah satunya dalam hal devisa negara. Selama ini, pariwisata menjadi penyumbang devisa negara terbesar kelima setelah migas, kelapa sawit, batubara, dan karet alam.

Ruang tumbuh pariwisata, menurut Indroyono, sangat besar karena potensinya sangat besar, tetapi belum digarap maksimal. Karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong pariwisata, salah satu wujudnya dengan meningkatkan anggaran promosi.

promosi pariwisata indonesiaKOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENG

Menurut Arief Yahya, anggaran promosi pariwisata selama ini kecil. Pada 2014, misalnya, anggarannya hanya Rp 300 miliar. Singapura yang negara kota saja, misalnya, mengalokasikan anggaran promosi 18 persen dari rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara yang datang ke negara tersebut. Sementara Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia lebih kurang hanya 1 persen.

souvenir pernak pernik wisata indonesia

Untuk itu, Arief melanjutkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran promosi pariwisata senilai Rp 1,3 triliun pada tahun ini. Pada 2016, pagu indikatif yang diusulkan Kementerian Pariwisata sekitar Rp 4 triliun.

Arief menjelaskan, anggaran tahun ini, antara lain, dialokasikan untuk biaya promosi di sejumlah media, di antaranya Discovery Channel, CNN, CCTV, Google, Youtube, dan TripAdvisor. Promosi akan efektif mulai Juli 2015. Sementara promosi wisata besar berikutnya adalah dengan menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP 2017.

”Tanpa perbaikan industri pariwisata sekalipun, tetapi dengan promosi yang baik, saya yakin bisa meningkatkan wisatawan mancanegara 50 persen. Dari 9 juta ke 13 juta, mudah. Apalagi, kalau semuanya diperbaiki,” kata Arief.

Arief menyayangkan promosi tahun ini yang tidak optimal karena pencairan anggaran terlambat. Dengan demikian, promosi hanya efektif berjalan enam bulan. Ia memperkirakan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tahun ini sebanyak 10 juta orang.

promosi wisata nusantara pemerintah melalui travel

Komitmen diapresiasi

 

”Baru kali ini ada komitmen politik yang tinggi pada sektor pariwisata. Dan, komitmen itu datang langsung dari pimpinan tertinggi, yakni Presiden. Ini hal yang baru,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 itu.

Mari juga sepakat bahwa promosi pariwisata sangat penting. Namun, produk atau obyek tujuan wisata yang dipasarkan juga tidak kalah penting. Demikian pula dengan infrastrukturnya. ”Jangan sampai promosi memberikan janji yang berlebihan. Destinasi yang kita jual harus baik atau berkelanjutan,” kata Mari.

wisata indonesia tangkuban perahu berjalanjalan

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pemerintah menargetkan peningkatan peran sektor pariwisata dalam perekonomian nasional. Pertama adalah sumbangan terhadap produk domestik bruto dari 9 persen pada 2014 menjadi 15 persen pada 2019.

Kedua, sumbangan terhadap devisa negara meningkat dari 10 miliar dollar AS menjadi 20 miliar dollar AS. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam industri pariwisata juga ditargetkan meningkat dari 9 juta menjadi 13 juta.

Pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan lain untuk mendorong pariwisata, misalnya fasilitas bebas visa kepada 45 negara dan fasilitas visa on arrival untuk 62 negara.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 180 Tahun 2014 yang intinya memberikan kemudahan izin kapal wisata masuk ke wilayah Indonesia. Sebelumnya, proses perizinan butuh 30 hari. Saat ini, realisasinya sudah mencapai lima hari dan akan dipersingkat lagi menjadi tiga hari. (ENG/REN/LAS)

Sumber :

Artikel : Travel Kompas

Foto : berjalanjalan.com

berjalanjalan
Up Next

To use YARPP integration, please visit : this link

Discussion about this post

%d bloggers like this: